Pages

http://ariefmuliadi30.blogspot.com/. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 16 April 2013

MENEJEMEN PEMASARAN Prilaku Konsumen


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam Manajemen Pemasaran banyak hal  yang perlu dibahas dalam proses planing sampai cotroling. Bagaimana menganalisis sampai menghadapi konsumen di masyarakat. Oleh karena itu, sisi dari konsumen sendiri tidak boleh kita lewatkan, karena keputusan akhir tak lain di tangan para konsumen.
Maka kajian untuk mengetahui perilaku konsumen dalam Manajemen Pemasaran sangatlah penting untuk diketahui dan dibahas. Dari mulai bagaimana konsumen mencari informasi terhadap produk pemasaran sampai untuk mengambil keputusan terhadap produk tersebut. Hal ini juga sebagai bahan analisis dalam proses pemasaran itu sendiri.

B.      Rumusan Masalah
-          Apa itu Perilaku Konsumen ?
-          Apa saja karakteristik yang mempengaruhi Perilaku Konsumen?
-          Berapa jenis tipe konsumen ?
-          Bagaimana tahapan konsumen dalam keputusan pembelian ?
-          Siapa saja pihak yang terlibat dalam pembelian produk oleh konsumen ?





BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Perilaku Konsumen
1.      Pengertian dari para ahli
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”. Yang diartikan sebaagai  tindakan-tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan-tindakan tersebut.

Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas”. Yang diartikan Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001).
Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
Dari beberapa pengertian perilaku konsumen dari para ahli yang telah disebutkan di atas maka dapat disimpulkan dalam kalimat sederhana dan mudah dimengerti sebagai berikut ;
Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan seseorang (individual atau rumah tangga) ketika membeli atau menggunakan suatu produk untuk dikonsumsi
B.      Karakteristik yang mempengaruhi Perilaku Konsumen
1.      Faktor-faktor Budaya
a.      Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
b.      Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.
2.       Faktor-faktor Sosial
a.      Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
b.      Keluarga : Bagaimana kondisi dan peran keluarga juga mempengaruhi dalam perilaku konsumsi.
c.       Peran dan Status : Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.
3.      Faktor-faktor Pribadi
a.      Pengaruh Personal : Pikiran dan latar belakang dari individu orang masing-masing ini yang berpengaruh dalam perilakunya.
b.      Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion orang tersebut.
4.      Faktor-faktor Psikologis
a.      Motivasi : kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut
b.      Kepercayaan dan Sikap : Kepercayaan dapat diartikan sebagai pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide.
c.       Persepsi : Bagaimana cara pandang terhadap sesuatu yang ada mempengaruhi pula dalam perilaku seseorang
d.      Belajar
C.      Ciri-ciri jenis Konsumen dengan keterlibatanya
1.      Konsumen dengan keterlibatan Tinggi
a.      Konsumen adalah pengolah informasi
b.      Konsumen adalah pencari informasi
c.       Konsumen menunjukkan minat aktif terhadap iklan
d.      Konsumen mengevaluasi merek sebelum membeli
e.      Konsumen mencari untuk memaksimalkan kepuasan yang diharapkan
f.        Berkaitan dengan karakteristik kepribadian dan gaya hidup  
g.      Berkaitan dengan kelompok referensi
2.      Konsumen dengan keterlibatan Rendah
a.      Konsumen mempelajari informasi secara acak
b.      Konsumen adalah pengumpul informasi
c.       Konsumen menunjukkan minat yang pasif  terhadap iklan
d.      Evaluasi merek dilakukan setelah pembelian
e.      Konsumen mencari tingkat kepuasan yang dapat diterima (tidak menimbulkan masalah
f.        Tidak berkaitan dengan karakteristik kepribadian dan gaya hidup  
g.      Sedikit pengaruh kelompok referensi

D.     Ciri Perilaku Pembelian Konsumen
1.      Perilaku Pembelian yang komplek
a.      Produk bersangkutan mahal, jarang dibeli, beresiko, dan sangat mengekspresikan pribadi
b.      Biasanya konsumen tidak banyak tahu tentang  kategori produk tersebut dan harus belajar banyak
2.      Perilaku Pembelian Pengurang Ketidaknyamanan
a.      Produk tersebut mahal, jarang dilakukan dan beresiko.
b.      Sedikit perbedaan antar merek
c.       Pembeli akan berkeliling  untuk mempelajari apa yang tersedia namun akan membeli dengan cukup cepat
d.      Sebagai reaksi terhadap harga yang baik atau terhadap  kenyamanan berbelanja

3.      Perilaku Pembelian Mencari Variasi
a.      Keterlibatan konsumen  rendah namun perbedaan merek yang signifikan
b.      Konsumen sering melakukan peralihan merek
c.       Perpindahan terjadi karena  mencari variasi  dan bukannya karena ketidakpuasan
4.      Perilaku Pembelian Kebiasaan
a.      Keterlibatan konsumen  rendah dan tidak adanya perbedaan merek yang signifikan
b.      Untuk Produk murah dan sering dibeli
c.       Konsumen membeli ulang produk karena kebiasaan, bukannya kesetian mereka yang kuat

E.      Kategori Perilaku Ponsumen
Menurut Handi Irawan, Perilaku Konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu :
1.    Berpikir jangka pendek (short term perspective)
Ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.
2.    Tidak terencana (dominated by unplanned behavior)
Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatan menarik (tanpa perencanaan sebelumnnya).


3.    Suka berkumpul
Masyarakat Indonesia mempunnyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indicator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.
4.    Gagap teknologi (not adaptive to high technology)
Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan pengguna lain.
5.    Berorientasi pada konteks (context, not content oriented)
Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.
6.    Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect)
Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di Indonesia
7.    Beragama(religious)
Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama.
8.    Gengsi (putting prestige as important motive)
Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D,ada tiga budaya yang menyebabkan gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas.  Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.
9.    Budaya lokal (strong in subculture)
Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun  unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.
10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment)
Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

F.       Tahap keputusan konsumen dalam pembelian
Menurut philip kotler (2003:224) proses pengambilan keputusan pembelian pada konsumen di bagi menjadi lima tahapan yaitu:
1.      Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau ksternal. Dalam sebuah kasu, rasa lapar, haus, dapat menjadi sebuah pendorong atau pemicu yang menjadi kegiatan pembelian. Dalam beberapa kasus lainnya, kebutuhan juga dapat didorong oleh kebutuhan eksternal, contohnya ketika seseorang mencium sebuah wangi masakan dari dalam rumah makan ia akan merasa lapar atau seseorang menjadi ingin memiliki mobil seperti yang dimiliki tetangganya.
Pada tahap ini pemasar perlu melakukan identifikasi keadaan yang dapat memicu timbulnya kebutuhan konsumen. Para pemasar dapat melakukan penelitian pada konsumen untuk mengidentifikasi rangsangan yang paling sering membangkitkan minata mereka terhadap suatu produk.
2.      Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi informasi yag lebih banyak. Dalam tahap ini, pencarian informasi yang dilakukan oleh konsumen dapat dibagi  ke dalam dua level, yaitu situasi pencarian informasi yang lebih ringan dinamakan dengan penguatan informasi. Pada level ini orang akan mencari serangkaian informasi tentang sebuah produk.
Pada level kedua, konsumen mungkin akan mungkin masuk kedalam tahap pencarian informasi secara aktif. Mereka akan mencari informasi melalui bahan bacaan, pengalaman orang lain, dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk tertentu. Yang dapat menjadi perhatian pemasar dalam tahap ini adalah bagaimana caranya agar pemasar dapat mengidentifikasi sumber-sumber utama atas informasi yang didapat konsumen dan bagaimana pengaruh sumber tersebut terhadap keputusan pembelian konsumen selanjutnya.
Menurut Kotler (2003:225) sumber utama yang menjadi tempat konsumen untuk mendapatkan informasi dapat digolongkan kedalam empat kelompok, yaitu:
·                      Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
·                      Sumber komersial: iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan ditoko.
·                      Sumber publik: Media masa, organisasi penentu peringkat konsumen.
·                      Sumber pengalaman: penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.
Secara umum, konsumen mendapatkan sebagian informasi tentang sebuah produk melalui sumber komersial-yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar. Namun, informasi yang paling efektif berasal dari sumber pribadi. Tiap-tiap informasi komersial menjalankan perannya sebagai pemberi informasi, dan sumber pribadi menjalankan fungsi legitimasi atau evaluasi. Melalui sebuah aktivitas pengumpulan informasi, konsumen dapat mempelajari merek-merek yang bersaing beserta fitur-fitur yang dimiliki oleh setiap merek sebelum memutuskan untuk membeli merek yang mana.
3.      Evaluasi alternatif
Dalam tahapan selanjutnya, setelah mengumpulkan informasi sebuah merek, konsumen akan melakukan evaluasi alternatif terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama. Pada tahap ini ada tiga buah konsep dasar yang dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen akan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kedua, konsumen akan mencari mafaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen akan memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut  dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan dan  untuk memuaskan kebutuhan itu. Atribut yang diminati oleh pembeli dapat berbeda-beda tergantung pada jenis produknya. Contohnya, konsumen akan mengamati perbedaan atribut sperti ketajaman gambar, kecepatan kamera, ukuran kamera, dan harga yang terdapat pada sebuah kamera.
4.      Keputusan Pembelian
Dalam melakukan evaluasi alternatif, konsumen akan mengembangkan sebuah keyakinan atas merek dan  tentang posisi tiap merek berdasarkan masing-masing atribut yang berujung pada pembentukan citra merek. Selain itu, pada tahap evaluasi alternatif konsumen juga membentuk sebuah preferensi atas merek-merek yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian.


Pada tahapan keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh dua faktor utama yang terdapat diantara niat pembelian dan keputusan pembelian yaitu:
a.      Sikap orang lain, yaitu sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal. Pertama, intensitas sikap negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai calon konsumen. Kedua, motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain (Fisbhein, dalam Kotler 2003:227). Semakin  gencar sikap negatif orang lain dan semakin dekat orang lain tersebut dengan konsumen, maka konsumen akan semakin mengubah niat pembeliannya. Keadaan preferensi  sebaliknya juga berlaku, preferensi pembeli terhadap merek tertentu akan meningkat jika orang yang ia sukai juga sangat menyukai merek yang sama.
b.      Faktor yang kedua adalah faktor situasi yang tidak terantisipasi yang dapat mengurangi niat pembelian konsumen. Contohnya, konsumen mungkin akan kehilangan niat pembeliannya ketika ia kehilangan pekerjaannya atau adanya kebutuhan yang lebih mendesak pada saat yang tidak terduga sebelumnya.
Keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda atau menghindari keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh risiko yang dipikirkan ( Raymond, dalam Kotler 2003:228).  Seperti jumlah uang yang akan dikeluarkan, ketidakpastian atribut dan besarnya kepercayaan diri konsumen. Dalam hal ini, pemasar harus memahami faktor-faktor yang menimbulkan perasaan dalam diri konsumen akan adanya risiko dan memberikan informasi serta dukungan untuk mengurangi risiko yang dipikirkan konsumen.
5.      Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau ketidapuasan tertentu. Tugas pemasar tidak berakhir begitu saja ketika produk dibeli. Para pemasar harus memantau kepuasan pascapembelian, tindakan pascapembelian dan pemakaian produk pasca pembelian.
Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari sberapa dekat harapan pembeli atas produk dengan kinerja yang dipikirkan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk lebih rendah daripada harapan, pembeli akan kecewa. Sebaliknya, jika kinerja produk lebih tinggi dibandingkan harapan konsumen maka pembeli akan merasa puas. Perasaan-perasaan itulah yang akan memutuskan apakah konsumen akan membeli kembali merek yang telah dibelinya dan memutuskan untuk menjadi pelanggan merek tersebut atau merferensikan merek tersebut kepada orang lain.
Pentingya kepuasan pasca pembelian menunjukkan bahwa para penjual harus menyebutkan akan seperti apa kinerja produk yang sebenarnya. Beberapa penjual bahkan menyatakan kinerja yang lebih rendah sehingga konsumen akan mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi daripada yang diharapkannya atas produk tersebut.
G.     Pihak yang terlibat dalam pembelian produk
1.    Initiator, orang punya gagasan atau inisiatif yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli
2.    Decider, orang yang mengambil keputusan untuk membeli
3.    Influencer, seseorang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan
4.    Buyer, orang melakukan pembelian sesungguhnya
5.    User , seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk


BAB III
KESIMPULAN
Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan seseorang (individual atau rumah tangga) ketika membeli atau menggunakan suatu produk untuk dikonsumsi. Perilaku konsumen sendiri dapat di definisikan sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi.
Perilaku konsumen dapat dikatakan sebagai dasar-dasar dalam proses menentukan keputusan konsumen dalam memilih produk yang akan pilih. Dalam Manajemen Pemasaran pengetahuan mengenai perilaku konsumen ini sangat penting. Karena dapat menjadi bahan dalam analisis untuk memasarkan produk yang akan dilempar ke publik dengan dasar analaisis perilaku konsumen ini.

Lingkungan Pemasaran


DAFTAR ISI

Halaman judul ....................................................................................................................   0
Daftar Isi.............................................................................................................................   1
Bab I....................................................................................................................................   2
Pendahuluan........................................................................................................................   2
Bab II..................................................................................................................................   3
Pembahasan.........................................................................................................................   3
Pengertian Pemasaran dan Lingkungan Pemasaran.............................................................   3
Pembagian Lingkungan Pemasaran.....................................................................................   3
Struktur Industri..................................................................................................................   8
Pesain yang Berpotensial.....................................................................................................   9
Saingan diantara perusahaan yang sejenis...........................................................................   9
Kekuatan Penawaran Pembeli............................................................................................. 11
Ancaman Barang Substitusi................................................................................................ 11
Level Persaingan.................................................................................................................. 12
Tanggapan Manajemen........................................................................................................ 12
Menghadapi Lingkungan Pemasaran................................................................................... 12
BAB III............................................................................................................................... 14
Penutup................................................................................................................................ 14
Daftar Pustaka..................................................................................................................... 15






BAB I
PENDAHULUAN

Apakah yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran? Sebelum menjawab mengenai lingkungan pemasaran kita harus tau apakah yang di maksud dengan lingkungan dan pemasaran. Dalam kehudipan tentu kita mengenal dengan kata lingkungan, lingkungan adalah segala faktor yang berada di sekitar dan di dalam suatu subjek yang dapat mempengaruhi subjek itu sendiri. Sedangakan pemasaran, menurut Philip Kotler dan Amstrong adalah suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal-balik produk dan nilai dengan yang lain.

Dari pengertian diatas dapat diartikan lingkungan pemasaran adalah pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi-mempengaruhi manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Dari pengertian tersebut dapat diartikan lingkungan pemasaran yaitu faktor – faktor yang dapat mempengaruhi keputusan manajemen untuk mempertahankan dan atau membangun produk supaya konsumen loyal terhadap produk yang diproduksi. Sehingga manajemen pemasaran harus terus mengawasi dan menyesuaikan diri terhadapa lingkungan yang selalu mengalami perubahan karena perubahan lingkungan dapat menjadikan peluang dan ancaman yang dapat memperngruhi perusahaan kedepannya.      







Penyusun



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pemasaran dan Lingkungan Pemasaran
Pengertian Pemasaran
Pemasaran pada dasarnya merupakan suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Lebih lanjut beberapa ahli memberikan bermacam-macam batasan tentang pemasaran diantaranya dikemukakan oleh Philip Kotler: adalah semua proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, manawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Sedangkan pengertian pemasaran menurut American Marketing Association adalah sebagai berikut: Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan pengembangan kegiatan usaha yang meliputi kebijakan harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang atau jasa yang diarahkan pada suatu proses pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.

Pengertian Lingkungan Pemasaran Suatu Perusahaan:
Pelaku-pelaku (aktor) dan kekuatan-kekuatan yang berada diluar fungsi manajemen pemasaran perusahaan yg akan mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan membina transaksi yang berhasil dengan para pelanggan  sasarannya.

B.     Pembagian Lingkungan Pemasaran
1.      Lingkungan Mikro
Yang dimaksud dengan lingkungan mikro adalah faktor-faktor lingkungan di luar perusahaan yang memberi pengaruh secara langsung dan cukup kuat pada perusahaan dalam proses pengambilan keputusan pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggan, terdiri dari:
a.       Perusahaan
Dalam merumuskan rencana pemasaran harus memperhitungkan kelompok-kelompok lainnya dalam perusahaan misalnya; ManajemenPuncak, Keuangan, Pembelian, Produksi dan Akuntansi, dll.
Bagian-bagian ini membentuk suatu lingkungan mikro suatu perusahaan untuk perencana pemasaran.
b.      Pemasok
Adalah perusahaan bisnis dan perorangan yg menyediakan sumberdaya yg dibutuhkan oleh perusahaan dan pesaingnya untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.
c.       Perantara
Perantara Pemasaran adalah mereka yg membantu perusahaan dalam mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan barang kepada pembeli akhir. Para perantara ini meliputi :
·         Middleman, perusahaan yg membantu mendapatkan pelanggan
·         Perusahaan Distribusi Fisik, membantu perusahaan dlm menyediakan & memindahkan barang dari tempat asal ke tempat tujuan.
·         Biro Jasa Pemasaran, meliputi perusahaan riset, biro iklan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran, mencarikan sasaran dan menpromosikan produk ke pasar sasaran secara tepat.
·         Perantara Keuangan, meliputi bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dll dalam membantu transaksi keuangan dan atau menanggung resiko sehubungan dengan pembelian dan penjualan barang.
d.      Pelanggan
Yaitu sejumlah individu, kelompok, organisasi yang menkonsumsi suatu produk. Perusahaan perlu mengetahui karakteristik dan keinginan pelanggannya yang merupakan para pembeli produk dan jasa yang ditawarkan. Perusahaan harus berusaha mengutamakan kepuasan kepada pelanggannya dengan menawarkan produk dan jasa yang sesuai kebutuhan dan keinginannya. Dalam hal ini masalah konsumerisme menjadi sesuatu yang penting untuk melindungi konsumen secara hukum dari propaganda palsu perusahaan yang mengutamakan keuntungan yang besar dalam jangka pendek.
e.       Pesaing
Yaitu individu, kelompok, organisasi yang sama-sama melakukan pemasaran kepada konsumen. Lingkungan persaingan sangat mempengaruhi kesuksesan usaha pemasaran suatu perusahaan untuk meraih pasar sasarannya. Perusahaan perlu mengetahui berbagai karakteristik dalam lingkungan persaingannya seperti struktur industri, strategi pemasaran para pesaing, tingkat atau ukuran persaingan, dan aspek persaingan lainnya untuk memberikan nilai yang lebih kepada pelanggannya dibanding pesaing.
f.       Masyarakat (Publik)
Yaitu terdiri dari kelompok masyarakat yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan, seperti karyawan, pemegang saham, lembaga keuangan, masyarakat, media massa, dan lembaga swadaya masyarakat.
Tujuh jenis publik yang mengelilingi perusahaan antara lain:
·         Publik Keuangan
·         Publik Media
·         Publik Keuangan
·         Publik Media
·         Publik Pemerintah
·         Publik Kekuatan Warga
·         Publik Lokal
·         Publik Umum
·         Publik Internal

2.      Lingkungan Makro
Yaitu kekuatan masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi seluruh lingkungan mikro pemasaran perusahaan yang mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap pemasaran.
Lingkungan Makro terdiri dari:
a.       Demografi
Berisikan tentang data kependudukan beserta karakteristik distribusinya. Perusahaan perlu melihat kecenderungan demografi utama dan karakteristiknya karena dapat berimplikasi pada pengambilan keputusan dalam perencanaan pemasaran. Yang mana data ini berisi tentang:
·         Perubahan struktur usia
·         Perubahan struktur keluarga
·         Wanita makin sibuk bekerja
·         Meningkatnya pendidikan
·         Pertambahan penduduk yang besar
b.      Ekonomi
Yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Daya beli total tergantung pada pendapatan, harga, tabungan, dan kredit pada waktu yang bersangkutan.
Pemasar harus mengetahui kecendrungan utama dalam pendapatan, dan harus selalu sadar akan adanya pola pembelanjaan konsumen yang terus berubah.
Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
·         Perubahan Pendapatan
·         Tingkat Pengangguran
·         Perubahan Pola Konsumsi
·         Tingkat Inflasi
·         Tingkat Suku Bunga
·         Pembangunan Ekonomi
Salah satu contoh, di saat tingkat inflasi tinggi yang ditandai oleh adanya peningkatan harga barang-barang di pasaran, maka tingkat konsumsi masyarakat cenderung menurun dan tingkat minat untuk menabung menjadi
c.       Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan untuk produksi dan sebagai aktifitass pemasaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu sebagai berikut:
·         Campur tangan pemerintah
·         Terbatasnya SDA
·         Meningkatnya biaya energi
·         Tingkat populasi tinggi
Pemasar perlu memperhatikan hal-hal seperti keterbatasan sumber daya alam, pelestarian lingkungan, dan meningkatnya polusi dan biaya energi untuk penentuan program pemasaran suatu produk. Misal dengan adanya isu-isu gerakan hijau untuk perlindungan alam (green marketing), sebaiknya perusahaan menciptakan kemasan produk yang ramah lingkungan (bukan berasal dari bahan baku yang susah diuraikan secara biologis, tidak menimbulkan efek rumah kaca/ merusak lapisan ozon).
d.      Lingkungan Teknologi
Yaitu terdiri dari kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi teknologi baru, yang menciptakan produk baru dan peluang-peluang pasar yang baru. Pemasar harus memperhatikan kecenderungan-kecenderungan teknologi berikutnya, antara lain:
·         Cepatnya laju perubahan teknologi
·         Peluang-peluang yang tak terbatas
·         Tingginya anggaran litbang
·         Meningkatnya peraturan
·         Fokus terhadap perbaikan minor
Perubahan teknologi membawa dampak pada perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pasar. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan ide-ide kreatif produk baru yang berorientasi pasar karena adanya kebutuhan konsumen yang perlu terpenuhi. Misal adanya perkembangan teknologi informasi dan adanya gaya hidup yang menuntut kepraktisan menuntut pemasar untuk lebih menawarkan program pemasaran terutama kebijakan pendistribusian produk malalui fasilitas internet atau electronic marketing seperti internet based stores, electronic catalog, video marketing, mail marketing.
e.       Politik
Lingkungan ini terdiri dari undang-undang, instansi pemerintah, dan kelompok penekan yang mempengaruhi dan membatasi organisasi dan pribadi dalam masyarakat. Kecenderungan politik utama yg mempengaruhi manajemen pemasaran adalah:
·      Undang-undang yang mengatur perusahaan
·      Perubahan pelaksanaan undang-undang
·      Pertumbuhan kelompok pembela kepentingan publik.
·      Meningkatnya tekanan
·      Meningkatnya perhatian terhadap etika
Sebagai contoh, pengaturan pemerintah untuk melindungi kepentingan konsumen dari perilaku bisnis yang tidak terkendalikan melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membawa dampak pada pengawasan produk secara lebih intensif.
f.       Lingkungan Budaya
Lingkungan budaya (cultural) terdiri dari lembaga-lembaga dan kekuatan lain yg mempengaruhi nilai dasar, persepsi, preferensi, dan perilaku masyarakat yaitu:
·         Faktual
Tampak jelas dari perbedaan warna dan selera
·         Interpretive
Harus ditafsirkan lebih dalam berhubungan dengan perasaan
Pergeseran nilai budaya, cara hidup, nilai-nilai sosial, keyakinan dan kesenangan dari suatu masyarakat perlu mendapat perhatian pemasar karena dapat mempengaruhi program pemasaran. Misal adanya gaya hidup dari kalangan menengah ke atas membawa dampak pada kebijakan periklanan yang menekankan pada unsur estetis dan kesan glamour.

C.    STRUKTUR INDUSTRI
Dalam persaingan di antara perusahaan terdapat 4 buah struktur yang mana satu sama lainnya saling berkaitan yaitu:
1.      Pemasok
Berpengaruh dalam industri dalam kekuatan tawarnya terhadap pembeli
2.      Pembeli
Adapun pembeli berpengaruh juga dalam kekuatan tawarnya terhadap pemasok
3.      Pendatang Baru
Dalam persaingan industri pendatang baru dapat menjadi ancaman bagi industri-industri sebelumnya apabila pendatang tersebut menawarkan segala sesuatunya yang lebih baik dari pada industri sebelumnya.
4.      Produk Pengganti
Adapun produk pengganti saat memasuki pasar akan menjadi ancaman bagi industri-industri produk subtitusi, apabila produk pengganti ini lebih baik dari produk substitusi lainnya.

D.    PESAING YANG BERPOTENSIAL
1.      Definisi
Pesaing yang berpotensial adalah pesaing yang memiliki kemampuan lebih dan  mempunyai potensi untuk berkompetisi yang mana sebelunya telah melewati rintangan-rintangan atau tahapan-tahapan untuk menjadi pesaing yang berpotensial.
2.      Kewajiban Perusahaan
Adapun kewajiban perusahaan untuk menjadi pesaing yang berpotensial yaitu:
1.      Internal
·         Manajemen yang baik dan benar
·         Penghargaan bagi karyawan yang berprestasi
2.      Ekstenal
·         Promosi atau iklan, bisa melalui median jaringan sosial
·         Bekerjasama dengan perusahaan lain
·         Segmentasi pasar terhadap lokasi, selera masyarakat dan lain-lain.
·         Trend masyarakat
3.      Rintangan untuk menjadi pesaing yang potensial:
·         Brand
·         Keuntungan yang pasti atau nyata
·         Skala Ekonomi
·         Peraturan Pemerintah
4.      Melewati rintangan dan bersaing.

E.     SAINGAN DIANTARA PERUSAHAAN YANG SEJENIS
a)      Struktur-struktur kompetitif industri:
1.      Fragmentasi, Pasar Persaingan Sempurna (Prefect Competition)
Ciri-ciri  pasar ini  antara lain :
a.       Jumlah produsen banyak dan volume produksi setiap produsen hanya merupakan bagian yang kecil dari volume transaksi total didalam pasar.
b.      Produk yang dihasilkan  oleh para produsen  adalah “homogen” sehingga produksi satu produsen merupakan subtitut yang sempurna bagi hasil produksi dari produsen lain.
c.       Setiap produsen bisa mendapatkan informasi pasar (harga yang berlaku) dengan cepat dan tepat (sempurna).

2.      Konsiladasi (Monopoly)
Monopoli adalah suatu keadaan dimana didalam pasar hanya ada satu produsen / penjual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya. Suatu  perusahaan monopoli bisa timbul karena beberapa sebab, antara lain :
a.         Penguasaan bahan mentah strategis.
b.        Hak paten, merupakan hak produksi untuk suatu  macam barang tertentu atau cara produksi tertentu.
c.         Terbatasnya  pasar untuk suatu barang, yang mungkin hanya bisa memberikan “ruang hidup” untuk satu perusahaan saja.
d.        Pemberian hak monopoli oleh pemerintah

3.      Oligopoly
Adalah keadaan dimana hanya ada beberapa (misalnya 2 – 10 perusahaan) yang  menguasai pasar baik secara independen (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam bekerja sama.
Oligopoli  bisa dibedakan menjadi 2, yaitu ;
a.         Oligopoli dengan differensiasi produk, yaitu setiap perusahaan mempunyai merek khusus tersendiri , misalnya industri kosmetik, industri mobil di Indonesia.
b.   Oligopoli tanpa differensiasi produk, misalnya industri seng, industri pipa besi dan sebagainya.

4.      Monopolistis
Ciri-ciri persaingan monopolistis antara lain :
a.         Terdapat banyak produsen di pasar, tetapi ada unsur-unsur differensiasi produk (perbedaan  merek, bungkus dan sebagainya) diantara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen.
b.        Adanya kemampuan produsen (secara individual) untuk mempengaruhi (betapapun kecilnya pengaruh tersebut) harga jual dari produknya.
c.         Tidak ada homogenitas produk (jadi tidak adanya subtitusi yang sempurna antara hasil produksi satu perusahaan dengan perusahaan yang lain).
b)      Kondisi Permintaan
Yaitu dimana permintaan konsumen terhadap suatu barang akan mempengaruhi saingan diantara perusahaan yang sejenis
c)      Tingginya untuk keluar dari rintangan atau hambatan dalam industri
Sebagai contoh dalam suatu perusahaan mengalami hambatan yaitu kurang terkenalnya produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut di kalangan masyarakat, sehingga perusahaan tersebut mencari solusi untuk menyikapinya agar bisa bersaing dengan perusahaan lainnya.

F.     KEKUATAN PENAWARAN PEMBELI
o   Penjual kecil banyak - pembeli besar sedikit
o   Pembelian Pembeli dalam Kuantitas atau jumlah yang besar
o   Pembeli Account untuk besarnya persentase yang dijual dari total pesanan
o   Pembeli bisa beralih ke pemasok lain dengan biaya rendah
o   Pembelian pembeli dari beberapa penjual pada satu waktu
o   Pembeli dapat terintegrasi vertikal
o   Penjual produk memiliki sedikit barang pengganti dan penting untuk pembeli
o   Ketika Industri pembeli bukan pelanggan penting bagi pemasok
o   Ketika diferensiasi membuat  biaya untuk pembeli beralih ke pemasok
o   Ketika pemasok  bisa mengintegrasikan secara vertikal dan bersaing dengan pembeli
o   Ketika pembeli tidak dapat mengintegrasikan secara vertikal kebelakang dan memasok kebutuhan mereka sendiri

G.    ANCAMAN BARANG SUBSTITUSI
Ancaman ini bergantung pada hal-hal dibawah ini yaitu:
·         Pembeli lebih menyukai diantara barang-barang substitusi yang mempunyai brand
·         Penampilan dari barang tersebut
·         Harga yang sesuai.

H.     LEVEL PERSAINGAN
1.      Persaingan menurut selera
Yaitu persaingan dengan gen dan jenis yang berbeda-beda sesuai dengan selera masing-masing.
Contoh: Antara Nonton bioskop dan Makan es krim
2.      Persaingan generik
Yaitu persaingan dengan gen yang sama
Contoh: Dalam jenis minuman antara Kopi dan freshtea
3.      Persaingan sejenis
Yaitu persaingan antara jenis produk yang sama
Contoh: Antara Fanta dan Sprite
4.      Persaingan Ketat
Yaitu dimana satu sama lain mempunyai level yang sama
Contoh: antara produk yang sama-sama mempunyai brand, misalnya Coca-cola dan Pepsi.

I.       TANGGAPAN MANAJEMEN
Manajemen harus bertindak proaktif dalam mengelola perubahan lingkungan makro maupun mikro agar perubahan lingkungan tersebut sesuai dan menguntungkan bagi perusahaan.
Bagaimana Caranya ?
·         Menyewa para pelobi (lobbyist)         
·         Menjalankan iklan
·         Mengadakan kerjasama
·         Mengelola komplain

J.      MENGHADAPI LINGKUNGAN PEMASARAN
1.      Sebagai lingkungan yg tidak bisa dikendalikan, perusahaan harus menyesuaikan diri,  misalnya:
·         Lingkungan geografi
·         Lingkungan Demografi
2.      Sebagai lingkungan yg tidak bisa dikendalikan, sehingga perusahaan mengambil langkah agresif untuk mempengaruhi lingkungan, misalnya :
·         Konsumen





























BAB III
PENUTUP

Pemasaran pada dasarnya merupakan suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Llingkungan pemasaran adalah pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi mempengaruhi manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran.

Lingkungan Mikro yang dimaksud dengan lingkungan mikro adalah faktor-faktor lingkungan di luar perusahaan yang memberi pengaruh secara langsung dan cukup kuat pada perusahaan dalam proses pengambilan keputusan pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggan, terdiri dari: Perusahaan, Pemasok, Perantara, Pelanggan, Pesaing, Masyarakat (Publik).

Lingkungan Makro yaitu kekuatan masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi seluruh lingkungan mikro pemasaran perusahaan yang mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap pemasaran.Lingkungan Makro terdiri dari: Demografi, Ekonomi, Lingkungan Alam, Lingkungan Teknologi, Politik, Lingkungan Budaya.
           
            Untuk kemajuan perusahaan, strategi pemasaran perlu ditingkatkan dan lebih bermutu jual tinggi karena dengan adanya itu perusahaan akan solit dan mendapatkan loyalty dari konsumen. Perusahaan harus melakukan langkh agresif apabila ingin mendapatkan hal tersebut.









DAFTAR PUSTAKA
Ø  http: //andi67.blog.esaunggul.ac.id/2012/03/21/lingkungan-pemasaran/
Ø  Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, and Chin Tiong Tan (1999), Marketing Management: An Asian Perspective, 2nd edition, Singapore: Prentice Hall